Dialog Dengan Tikus yang Kujebak Dengan Lem Tikus

Suatu malam, waktu saya sedang nonton tivi di kamar tidur, sekonyong-konyong saya melihat sekelebat bayangan hitam dari bawah meja tivi melesat cepat ke kolong lemari pakaian. Bentuknya hampir bulat, warnanya hitam dan berbulu seperti tikus. Ya, itu memang tikus! Jujur saking kagetnya saya sampai berdiri di atas ranjang!

Semalaman perasaan saya tidak tenang. Saya takut kalau saya tidur terlalu pulas, tikus itu masuk ke dalam celana saya dan menggigit sesuatu yang disangkanya ular kobra!

Keesokan paginya saya memutuskan untuk memasang triplek dengan diolesi lem tikus. Di tengah-tengahnya saya letakkan ikan asin yang kata istri saya dibeli dari pedagang ikan asin paling terkenal di pasar Terong. Saya pastikan memberikan umpan terbaik untuk mendapatkan hasil maksimum. Sudah kebiasaan dalam bisnis.

Dan hari yang dinanti-nantikan itu pun tiba. Setelah dua hari, akhirnya seekor tikus dengan ukuran jumbo tergeletak manja di samping ikan asin itu. Puas rasanya. Akhirnya bisa tidur dengan tenang tanpa merasa diteror oleh sesosok mahluk dari gelapnya kolong lemari.

tikus

Hingga suatu malam, tidur saya yang tenang terusik oleh sebuah mimpi…

Saya melihat seekor tikus berjalan ke arah saya. Di belakangnya ada cahaya putih yang terang, membuat tikus itu tampak misterius dalam siluet. Tanpa saya sangka-sangka, dia mengeluarkan suara… Baca Selengkapnya

Filosofi Bisnis Ala Toilet Mall

Anda pernah boker di toilet mall? Pasti pernah minimal sekali dalam kehidupan umat manusia yang fana dan singkat ini. Kapan terakhir kali Anda boker di mall? Saya terakhir tadi pagi.

Yang namanya boker di mall mungkin sebuah fenomena alam yang biasa saja bagi kita, tapi tadi pagi waktu sedang mengedan di toilet mall saya menyadari bahwa ada filosofi bisnis yang sangat dalam yang bisa dipelajari dari kegiatan membuang-buang air besar ini.

Baca Selengkapnya

Link Ke Homepage-ku HILANG?????

70% link ke homepage saya HILANG??? Ada apa ini????

Mungkin jarang diantara Anda yang memperhatikan bahwa ada perubahan yang cukup mengganggu di Google Webmaster Tool beberapa waktu terakhir. Laporan tentang halaman kita yang mendapat link dari situs lain jumlahnya merosot turun. Bukan karena link-nya sudah dicabut, tapi masalah di Google Webmaster Tool yang tidak lagi menampilkan link yang menuju ke hompage. Coba Anda login ke Google Webmaster Tools terus klik “”Links to Your Site”" di bawah “Traffic” dan kemudian lihat “Your most linked content” Anda bakal liat homepage Anda tidak lagi terdaftar di sana.

Aneh, kan?

Bikin panik, kan???? Baca Selengkapnya

Langkah-Langkah Memulai Bisnis Toko Online Sampai Passive Income

1. Buat situsnya. Pilihannya:

  • Buat sendiri
  • Dibuatkan orang lain

2. Bila pilihan Anda ‘buat sendiri’, maka browsing-lah cari tau caranya. Browsing adalah keterampilan pertama yang harus Anda pelajari sebelum memulai bisnis APAPUN di internet.

3. Bila pilihan Anda ‘dibuatkan orang lain’, maka browsing-lah cari tau infonya. Sekali lagi, browsing adalah keterampilan pertama yang harus Anda pelajari sebelum memulai bisnis APAPUN di internet.

4. Bikin akun Facebook, halaman Facebook dan Twitter. Kalau punya Blackberry, manfaatkan BBM-nya.

5. Pajang foto produk di situs Anda lengkap dengan harga dan nomer kontak Anda. Tidak usah bikin situs dengan sistem canggih yang pake feature ‘add to cart’ dan pake masukkan nomer kartu kredit segala untuk membeli. Itu cocok di negara barat, di negara kita tidak. Cantumkan nomer HP Anda saja (pertimbangkan untuk menggunakan NOMER CANTIK karena akan sangat membangun kepercayaan). Orang Indonesia lebih percaya bila mereka bisa menelepon dan SMS Anda dibanding bila Anda menggunakan script otomatis. Kedengaran gaptek? Memang begitu faktanya, terima saja. Keep it simple. Makin canggih sistem situs Anda makin Anda dianggap berusaha membodohi dan menipu mereka. Kedengaran primitif? Saya tidak bilang begitu sih.

Kecuali Anda beriklan di media seperti televisi swasta, baru disarankan pakai script canggih-canggih karena faktor TRUST (kepercayaan) sudah teratasi.

6. Berikan bonus-bonus pembelian dan diskon berkala. Ini penting. Kuncinya, berikan bonus sebanyak-banyaknya! Bahkan untuk hal-hal yang mereka sebenarnya tidak butuhkan, asal diberi gratis, pembeli selalu senang. Jadi senangkanlah mereka dan Anda pun akan senang!

7. Promosikan lewat Facebook dan Twitter. Bila tidak tau caranya, maka browsinglah! Perlu saya ulang? Oke, browsing adalah keterampilan pertama yang harus Anda pelajari sebelum memulai bisnis APAPUN di internet.

8. Enam bulan pertama berkonsentrasilah untuk mencari reseller. Bukan fokus di penjualan langsung. Reseller adalah daya ungkit luar biasa! Ingat itu! Reseller adalah daya ungkit luar biasa! Tolong ingat dan percayai itu!

9. Bina hubungan baik dengan reseller dan bantu mereka sebaik mungkin menjual produk Anda.

10. Mintalah kebijakan harga di jasa pengiriman yang Anda pake. Lebih bagus kalo bisa punya Corporate Account.

11. Bila Anda berhasil punya Corporate Account (akun perusahaan) di jasa pengiriman, maka tips ini jangan dilupa.

Petugas jasa pengiriman juga manusia yang kadang MALAS datang menjemput paket kiriman kita. Jadi untuk menghindari paket kita ter-cancel pengirimannya karena faktor-faktor seperti ini, hidangkan minuman dingin dan kue yang segar (bagusnya agar-agar karena segar dan tidak mahal) tiap kali dia datang. Ini mungkin kedengaran aneh, tapi ini berhasil untuk saya!

Sangat jarang klien di tempat lain yang menyajikan hidangan ringan untuk penjemput paket yang sebenarnya capek kepanasan ke sana kemari jemput kiriman. Minuman dingin dan agar-agar bikin si penjemput paket lebih ingat pada kita dan akhirnya akan selalu ingat untuk datang menjemput barang dan mengantarkan resi pengiriman kita.

Lakukan ini sebulan dua bulan pertama saja sampai keakraban terjalin tanpa perlu menghadirkan minuman dingin dan agar-agar lagi.

12. Perlahan-lahan ciptakan SISTEM kerja Anda sendiri. Mulai dari sistem pengadaan produk, sistem pengemasan, sistem pengiriman, sistem pendataan resi, sistem pelayanan konsumen, sistem keluhan konsumen dan sistem reseller/affiliasi. MEMBANGUN SISTEM adalah bagian tersulit dari seluruh langkah yang ada. Saya sendiri membutuhkan waktu rata-rata satu tahun untuk memastikan sistem di toko-toko online saya berjalan baik dan lancar.

13. Bila sistem sudah berjalan baik, delegasikan tugas Anda ke orang lain. Anda tinggal memantau.

14. Bila sistem semakin baik, orang yang tadinya Anda pantau sekarang dijadikan pemantau menggantikan Anda dan angkatlah seorang karyawan baru untuk tugas-tugas harian.

15. Selamat datang di kondisi “Kaya Tanpa Bekerja” atau yang orang MLM sering sebut dengan kondisi ‘PASSIVE INCOME‘.

Di tahap ini pilihan ada dua:
a. Menikmati hidup yang indah, beribadah lebih maksimal, dan hiduplah sebagai pengangguran berduit (jangan lupa berolahraga karena di kondisi ini berat badan Anda akan mudah naik)
b. Menikmati hidup yang indah, beribadah lebih maksimal, sambil tetap membangun bisnis atau investasi baru

Inilah langkah-langkah bisnis toko online yang sudah saya praktikkan. Selamat mencoba!

Tidak penting sekaya apa Anda dan setinggi apa status sosial Anda di masyarakat. Cepat atau lambat Anda akan menyadari bahwa yang terpenting adalah memiliki WAKTU YANG BANYAK dan KENDALI PENUH TERHADAPNYA untuk menjalani hidup selayaknya MANUSIA BEBAS. Jangan terlalu angkuh untuk mengakuinya atau terlalu telat menyadarinya.

- oleh Elvin Miradi, terucap pertama kali di Warung Kopi.

Salam pengangguran!

Terlalu Banyak Belajar VS Terlalu Banyak Beraksi

“THER…LHAA..LHUU!!!”

Ya, Bang Haji Rhoma Irama pun pasti setuju bahwa segala hal yang terlalu tidaklah baik. Sesuatu hal yang dilakukan dengan ‘therlhalhu’ seringkali membuat hal-hal lainnya menjadi kacau. Hari ini saya akan membahas tentang ke’therlhalhuan’ ini dari sudut profesi internet marketers.

Saya punya dua kenalan sesama profesi yang paling bagus dijadikan contoh untuk hal ini. Yang pertama, sebut saja Andi – nama samaran (kok kayak korban perkosaan ya?) dan yang kedua sebut saja Bambang Buldozer (nama samaran atau nama panggung?). Kedua kenalan saya ini tidak bisa saya kategorikan sebagai teman karena memang saya lebih banyak berinteraksi lewat milis dan forum, tanpa pernah bertemu muka. Baca Selengkapnya

Email dari Rekan Blogger: Apa Paid Review Sudah Lesu Ya???

Semalam saya mendapat email dari rekan blogger yang menanyakan tentang eksistensi program Paid to Review (PTR). Dia merasakan dan mendengar di forum-forum bahwa PTR ini sudah lesu. Siang ini saya akan coba menjawabnya. Dan karena kelihatannya akan panjang, jadi sekalian saja saya post di blog ini. Rugi dong nulis panjang-panjang di email. Ya kan?

Soal PTR lesu, saya pikir lesu itu makna yang relatif. Ada yang bilang PTR lesu dan ada yang sampai saat ini masih menekuni PTR. Tapi kalau Anda nanya ke saya, saya pribadi sudah tidak menekuni PTR lagi walaupun saya anggap PTR sebenarnya tidak lesu (justru masih sangat potensial).

Pertanyaannya pasti seperti ini: tidak lesu tapi kok tidak ditekuni, mas Bro? Baca Selengkapnya