
Peristiwa ini terjadi sekitar 3-4 bulan setelah saya memulai karir blogging saya. Cuma baru sekarang saya bisa menceritakannya lagi. Itu pun karena kebetulan teringat saja. Soalnya untuk kenangan yang satu ini saya berusaha mati-matian untuk melupakan. Hehe..
Saya ingat ketika itu saya mendaftarkan blog-blog saya ke blogvertise.com. Besar harapan saya ketika itu untuk meraup dollar dari menulis review dan alhamdulillah blog-blog saya yang waktu itu semuanya masih berhosting di blogspot.com semuanya diterima. Girang hati ini tak terkiaskan.
Perjuangan mengais dollar lewat blogvertise kala itu cenderung lebih mudah. Ketika itu (mungkin) jumlah blogger belum sebanyak sekarang sehingga persaingan belum terlalu ketat. Buktinya blogvertise hampir setiap hari mengirimkan GBT (Grab Bag Task). GBT adalah job artikel yang tersisa atau tidak kerjakan oleh oleh blogger lain dalam batas waktu yang ditentukan.
GBT biasanya dikirim ke para blogger untuk diperebutkan. Biasanya kiriman GBT itu datang sekitar jam 3 sampai 5 sore atau jam 11 malam sampai 1 pagi. Di waktu-waktu itulah saya harus bergerilya.
Saya merasa tidak perlu menjelaskan bagaimana teknis merebut GBT karena sekarang blogvertise hampir tak pernah lagi mengirimkannya. Yang jelas waktu itu GBT sempat menjadi primadona di kalangan blogger yang bergelut di program paid review.
Untuk menerima job GBT kita harus mengklik sebuah ikon bergambar tas. Dari sanalah kemudian saya punya ide busuk yang dilkamusi kerakusan. Saya berpikir, bagaimana sekamuinya saya meng-klik ikon itu dari dua browser berbeda secara bersamaan? Apakah job yang saya terima menjadi double? Sebuah pemikiran licik yang mengasyikkan.
Dan ternyata berhasil! GBT yang saya terima selalu menjadi dua. Jadi setiap job yang saya terima harus saya posting dua kali di situs yang sama dengan artikel yang berbeda.
Itulah awal kemalangan saya. Blogvertise akhirnya “memecat” saya.
Ironisnya, “pemecatan” itu terjadi beberapa menit setelah saya menjelaskan keberhasilan metode akal-akalan ciptaan saya itu kepada beberapa teman. Dan 10 menit kemudian sebuah email dari blogvertise tiba. Saya di “non-aktifkan”.
Semua jerih payah saya selama sebulan tidak membawa hasil. Uang yang belum dibayarkan blogvertise pun hangus tak berbekas. Jumlahnya sekitar $200. Hiks..hiks..hiks..
Sebuah pelajaran berharga buat saya. Mengakal-akali broker ataupun advertiser hanya akan membuat rugi diri sendiri. Setelah kejadian itu saya makin ketat dalam hal kejujuran ber-blogging. Karena dalam pekerjaan apapun, kejujuran adalah hal yang paling penting. Walaupun godaan selalu saja datang.
Be a honest blogger.
Thanks to blogvertise for this precious lesson.








Teng kyu bahasannya. jadi lebih berhati2 nih biar tetep di sayang ma mbak blogvertise…he..he..
Saya respek pada Bung Evin yg selalu berbagi cerita sebuah kegagalan sehingga bisa menjadi pelajaran bagi blogger lain. Saya merasa Bung Evin seorang blogger yang berjiwa besar dan berhati emas, rela berbagi. Kalau sekiranya mau berbagi info tentang paid review, bagaimana contoh membuat sebuah paid review? Bila berkenan, bisa via japri ke email: primus022002 at yahoo dot com
Mas.. kalo kita nggak ngerjain job atau telat atau udah expire gitu, kita bisa dipecat juga nggak??