
Saya teringat masa-masa awal saya merintis karir sebagai seorang blogger. Waktu itu saya belum punya modem dan laptop sendiri. Siang-malam saya dan guru-guru saya, Asri Tadda dan Jevuska, bergelut berkeringat di warnet. Lokasi belajar berpindah-pindah tak menentu. Kadang di warnet sana, kadang di warnet situ. Selama tarif warnetnya murah dan (ini yang paling penting) boleh merokok, kami pasti akan ke sana. Itulah mengapa kami lebih sering nongkrong di warnet-warnet di sekitar kampus Unhas.
Karena koneksi yang lelet, maka kami pun lebih sering bergerilya di atas jam 10 malam. Kadang sampai subuh dan bahkan sampai tidak tidur. Beratnya lagi, waktu itu saya sedang aktif-aktifnya menjalani dunia koas yang melelahkan. Setiap pagi seusai “kelas” ngeblog, tanpa tidur saya harus segera menuju Puskesmas Barombong tempat saya bertugas. Barombong itu jaraknya cukup jauh dari daerah kampus. Perjalanan menuju ke sana lebih lama dari waktu yang dibutuhkan pesawat dari Jakarta untuk sampai di Kuala Lumpur!
Pulang dari kegiatan koas sekitar jam 5 sore, sampe di rumah menjelang maghrib. Setelah mandi (kadang dihitung mandi pagi tuh) dan sholat saya langsung bergumul dengan bantal. Tidur terasa sangat menyenangkan tapi cuma bisa sampai jam 9 malam karena sejam berikutnya jasad saya sudah harus berada di warnet untuk belajar ngeblog kembali.
Sekitar sebulan lebih saya menjalani pola hidup seperti itu sampai akhirnya fisik saya tidak kuat lagi. Blogging memang perlu, namun pendidikan saya tidak bisa ditelantarkan begitu saja. Akhirnya saya memutuskan menghentikan kegiatan koas! Hahaha.. Tapi untuk sementara saja. Rencananya sih.
Tanpa diganggu oleh aktifitas “perkoasan” (jangan salah baca lho ya), saya semakin fokus dan makin lama makin keasikan blogging.. Pelan-pelan berkat fokus yang terjaga, saya mulai mendapatkan beberapa lembar dollar. Saya seperti dibayar untuk melakukan hobi saya sendiri.
Full time blogging.. Kenikmatan tiada tara..








I like this:
“Full time blogging.. Kenikmatan tiada tara..”
dan
“khirnya saya memutuskan menghentikan kegiatan koas!”
Mudah2an bisa menginspirasi yang lain
Honestly is not the part of blogging is fun but the part of when we get more and more money from blogging. Is that true guys?
Dokter sekarang memang butuh nge-blog buat bisa mempromosikan kesehatan .
(mungkin nggak ya ??)
Mungkin beberapa waktu lagi akan ada syarat lowongan dokter harus bisa nge-blog
Di Kab. Jombang seberntar lagi di tiap Puskesmas besar akan mendapat fasitas hotspot free 24 jam, jadi selain melayani pasien juga bisa nge-blog. Jadi kalo selama KOAS ngeblog, bisa dilanjutkan setelah jadi dokter pun boleh nge-Blog
@Asta : kalau yang lain terinspirasi semua, sapa yang jaga malam?
@Anca : itu true juga. Ah, jadi malu…
@Mojoagung : nda papa mas ada persyaratan dokter harus bisa ngeblog. Asal jangan aturan : blogger harus bisa praktek dokter! Hahaha…
besok saya yang berguru di “imakesko”. (Ikatan mahasiswa kedokteran sebatas koas)
Perkosaan.. ehh salah.. perkoasan… atau perbabuan???? hohoho
Yah, hidup adalah pilihan ya. Untungnya gelar dokter saya dapet, blogger juga jalan
dollar pun masih mampir. Hehe…
Keep blogging!
waaH asLi dari MojoagunG jg yacH maS ^^ jadi homesicK niy, paLagi ada ikLan free 24 hours WiFinya di tiap PuskesMas… xixixi (saLut)
ada info mnariK : “bahkan fungsi Kognitif Lansia akan tetap terasaH dng baik cukup dng browsing via google searcH Keyword!!
Blogging ,.. Enak giLa’ ^^ ahiak2