Surat Buat Pak Adil Guru SD Saya

Pak Adil adalah guru Bahasa Indonesia saya sewaktu duduk di kelas 6 SD Sudirman I Makassar. Beliau sangat sulit terlupakan oleh benak sebagian besar lulusan SD Sudirman I. Bagaimana tidak, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang satu ini memilih metode yang kejam dalam menghukum murid-muridnya. Pak Adil sering melakukan kandatto', istilah dalam bahasa Makassar yang artinya menjitak. Bagi Anda yang tidak tahu apa itu jitak, silahkan buka kamus Bahasa Indonesia karangan H.B Yassin.


Kandatto' punya Pak Adil bisa jadi adalah kandatto' paling kejam yang pernah ada di dunia. Sebuah kandatto' dengan gerakan yang simpel, tanpa ancang-ancang yang berlebihan namun mampu menggetarkan otak korbannya.


Kalau Anda masih meragukan kedahsyatan kandatto' Pak Adil, silahkan bertanya pada teman-teman alumni SD Negeri Sudirman I Makassar.


Bersama ini saya sertakan sepucuk surat untuk Beliau. Penuh harapan dari saya agar beliau mau mengintrospeksi dirinya.


"Pak Adil yang dihormati,


Kalau seandainya sampai saat saya menulis surat ini Bapak masih mengajar, saya mohon, berhentilah menghukum putra-putri bangsa dengan cara memukul kepala mereka seperti itu. Itu salah satu metode hukuman yang sangat beresiko. Dalam batok kepala murid-murid Bapak terdapat sebuah organ yang disebut otak. Nasib bangsa ini di masa depan bergantung pada kualitas otak mereka. Tugas Bapak adalah mengisi otak-otak muda itu dengan ilmu, bukan malah merusaknya!


Saya tidak tahu apakah Bapak sempat membaca surat ini atau tidak. Saya bahkan tidak tahu Bapak masih hidup atau tidak. Namun hidup ataupun mati, Bapak tetap harus introspeksi diri soal yang satu ini. Bertaubatlah Pak. Kami tidak rela Guru kami masuk neraka karena telah memukul kepala kami. Jadi tolong Pak. Sadarlah."

Share:

4 komentar

  1. Sy stuju dgn anda krn sy pernah merasakan pakandattona bp adil botak. . Btw masih hidupkah dia?

    ReplyDelete
  2. seharusnya anak di ajar dengan metode yang lebih positif, walaupun jika tingkat kenakalannya sampai tak terbendung lagi pun tak harus memakai kekerasan. Kekerasan yang diterima anak dimasa kecilnya akan membuatnya melakukan pembalasan di masa tuanya.

    ReplyDelete
  3. aku ma setuju ku juga lom pernah di jitak

    ReplyDelete