Satu Lagi Titipan Allah pada Kami : Amal Khalifah Ilahi

"Alhamduliilah telah sampai di bumi dengan selamat kiriman titipan Allah pada kami. Titipan ini akan kami beri nama : Amal Khalifah Ilahi?."

Kata-kata itulah yang saya tuliskan di status facebook saya pada hari Jum'at, tanggal 12 Februari subuh hari. Beberapa menit setelah anak kedua kami lahir di Rumah Sakit Bersalin Budi Mulia 2, Makassar.


Sulit sekali menggambarkan betapa bahagianya perasaan saya sekeluarga saat ini. Kata-kata nda mampu melukiskan lewat tulisan saya ini. Bahkan biar pake plugin apa pun, saya rasa tetap sulit.


Alhamdulillah Allah masih memberi kepercayaan kepada kami untuk membesarkan seorang lagi mahluk ciptaan-Nya. Suatu rezeki yang tak ternilai bagi kami. Suatu kepercayaan yang harus dibalas dengan tanggung jawab yang besar.


Kadang saya berpikir betapa mengerikannya membesarkan anak di jaman edan kayak begini. Serangan "hal-hal perusak moral" ada di mana-mana. Televisi, internet, video game dan kawan-kawannya di luar sana, bagaimana kami melawan semua itu? Super susah...


Btw, kenapa namanya Amal Khalifah Ilahi?


Kami cukup "tau diri" bahwa anak adalah titipan Allah dan bukan milik kami, maka kami selalu memberi nama anak kami dengan menyertakan kata ILAHI. Dalam nama mereka nda ada embel-embel nama saya, nama istri saya atau nama kakek nenek mereka. Kami mau anak kami mengerti bahwa kami bukanlah yang menciptakan dan memiliki mereka. Kami cuma dua manusia yang menjadi alat dalam proses kelahiran mereka. Tanpa kami berdua pun mereka bisa tetap hadir di muka bumi ini lewat perantaraan manusia lainnya bila Allah berkehendak seperti itu. Kami hanya diberi kewajiban untuk mendidik, menjaga, mendoakan dan mengarahkan. Kami sama sekali nda punya hak untuk menentukan ke mana dia HARUS melangkah nantinya. Kami nda berhak menyuruh mereka menjadi blogger, pengusaha, dokter, insinyur atau apapun bila mereka nda tertarik dengan itu semua. Kami nda berhak ngotot bahwa jalan yang kami sarankan adalah jalan yang terbaik cuma karena kami lebih duluan lahir dan merasa punya banyak pengalaman hidup. Kami bukan Tuhan untuk anak-anak kami. Allah akan menolong anak kami dalam apapun jalan yang mereka tempuh. Kami sangat percaya itu. Makanya kami sungguh merasa nda berhak untuk membubuhkan nama kami ke dalam nama mereka. Malu rasanya sama Allah.


Allah menitipkan mahluk kecil yang imut ini kepada kami bukan tanpa tujuan. Beliau mengharuskan kami mendidiknya agar menjadi anak yang saleh dan tunduk pada perintah-perintah-Nya. Beliau mengharuskan kami untuk menjadikan anak-anak kami ini sebagai penghuni surga kelak. Sungguh tugas yang sangat berat. Kami saja sebagai orang tua mereka belum tentu bisa masuk surga, tapi kami berjanji akan mengantar anak-anak kami ke sana dengan sekuat daya dan upaya maksimal yang bisa dilakukan manusia.


Semoga lindungan-Nya selalu tercurah pada kami sekeluarga. Amin.


Terima kasih untuk semua sahabat yang telah mengirimkan doa pada kami. Sungguh, kami benar-benar sangat membutuhkan itu. Allah mendengar doa itu dan niscaya mengabulkannya. Sekali lagi terima kasih banyak.


Buat sahabat-sahabat saya yang belum sempat melihat si kecil yunior kami, ini saya sertakan foto-fotonya. Dia imut dan sangat lucu sekali, hihihi...





Share:

15 komentar

  1. Selamat semoga dia bisa menjadi mark zuckerberg indonesia.
    namanya keren banget hampir sama keren namaku.

    ReplyDelete
  2. selamat bro... jadi terharu baca tulisanmu, jadi pengen pulang untuk memeluk anak dan istriku... hmmm menurutmu siapa yang pertama harus saya peluk ya? istri atau anak?

    ReplyDelete
  3. "Selamat ya...saya suka artikel anda,tingkatkan terus imajinasi filososi anda.Sehingga anda akan menemukan kebenaran yang hakiki dan akan tahu siapa Allah yang sebenarnya".

    ReplyDelete
  4. Barakallah.... Smg menjadi peneguh iman dan takwa kedua ortunya, penyuluh tekad dan semangat tatkala lelah menyapa, menjadi penyejuk mata dan jiwa, serta penerus amal saat ortunya tutup usia....
    (btw, ini yg saya tulis di sms waktu putri pertama saya lahir, Althaf Farai Habibah, 23 Des '09 lalu...)

    ReplyDelete
  5. ow...ow...kiriman dari Allah sudah sampai dengan selamat....Alhamdulillah...
    Lucuuu,ngegemesin...looks like who??ibunya ya?hehehe...
    Semoga bisa menjadi orang tua yang selalu membimbing mereka menjadi anak yang sholeh, keluarganya tambah sakinah dan selalu dilindungi Allah SWT.
    maaf ya telat.....

    ReplyDelete
  6. assalamualaikum.rambut asal baby harus dicukur licin.banyak khafiatnya dan salah satu darinya gugurlah dosa2 siibu sebanyak jumlah rambut yg dicukur itu.semoga anda mendidik anugerah allah ini dijalanNya

    ReplyDelete
  7. Ingat, doa anak hanyalah sebatas apa yang pernah kita berikan kepadanya. jadi berikanlah semaksimal yang kita bisa hingga dia bisa mengenal Tuhannya dengan haq. Amin.

    ReplyDelete
  8. wuihhhh...lucunya !! mudah2an jd anak2 yg soleh

    ReplyDelete
  9. wassalamualaikum, wr. wb.
    rasa syuKur tak terhingGa pun adeK haturkan ^^"
    waH kaLau smisaL ada plugin yg sperti iTu saya maH juga mau atuh akanG ^^ ahiak2...

    ReplyDelete
  10. "Selamat ya...saya suka artikel anda,tingkatkan terus imajinasi filososi anda.Sehingga anda akan menemukan kebenaran yang hakiki dan akan tahu siapa Allah yang sebenarnya".

    ReplyDelete
  11. Kalau hari ini gak iseng nyari ucapan selamat, mungkin gak bakal tahu kalau epping sama ayyin dah nambah baby satu lagi februari lalu...congrats yah, semoga menjadi anak yang saleh, dan kedua orang tuanya dilimpahkan rezeki yang melimpah, amin.

    ReplyDelete
  12. Ga sengaja mampir, maaf ga bisa koment banyak tp hanya bisa merasakan apa yg sudah aku baca.. Thx :)

    ReplyDelete
  13. hi slamat ya yang jadi bapak. Semoga tercapai cita-cita menjadi ayah yang baik. Jangan sampai diajarin anak karena kebodohan kita. Itu lho ada pepatah Jawa : Kebo nyusu gudel. Tapi ada yang pantas jadi renungan, ketika kamus bilang : anak adalah ortu dari kemanusiaan. Tepatnya the child is father to the man. Terjadi suatu yang paradoks ketika yang engga benar tapi jadi benar.

    ReplyDelete
  14. lutu na kakak...ada mi itu saingannya iman...ada kalah ganteng q...hehehe..

    ReplyDelete