Protap Tembak di Tempat Harus Disosialisasikan

Lagi rame nih soal usulan Polri yang mengeluarkan Protap Tembak di Tempat yang menuai kontroversi banyak pihak. Berbeda dengan orang-orang yang pro dan kontra, saya punya pendapat lain mengenai hal ini.


Di sini ada dua pihak: yang pro (diwakili oleh polri) dan yang kontra (diwakili oleh masyarakat yang kontra). Menurut saya dua-duanya sudah melakukan kekeliruannya masing-masing.


Masyarakat yang kontra saya pikir wajar saja karena ini masalah tembak-tembakan yang secara naluriah membuat mereka merasa terancam. Tapi sebagian besar masyarakat menurut saya merespon Protap Tembak di Tempat ini dengan sangat berlebihan tanpa mengetahui detail dari protap tersebut.


Nah di sinilah kesalahan Polri yang belum melakukan promosi dan edukasi secara detail kepada masyarakat tentang Protap Tembak di Tempat ini. Sebaiknya Polri mengoptimalkan media seperti radio, koran, tivi dan internet untuk mensosialisasikan protap usulannya tersebut.


Sebagai anggota masyarakat, saya memilih untuk tidak menyatakan pro ataupun kontra SEBELUM saya membaca isi dari protap tersebut secara teliti. Berteriak-teriak bahwa kita kontra dengan Protap Tembak di Tempat tidak ada gunanya bila ternyata kita tidak mengerti benar apa yang kita teriakkan, bukan? Dan sayangnya, Indonesia punya terlalu banyak stok manusia seperti itu. Kerjanya cuma teriak terus. Selalu menolak apapun usulan yang ditawarkan pemerintah tapi mereka tidak pernah ngasih solusi.


Jadi intinya, saya harap segera ada promosi dan edukasi yang gencar tentang Protap Tembak di Tempat ini. Saya yakin, protap tersebut justru ditujukan untuk melindungi masyarakat. Masalahnya sekarang adalah masyarakat belum tahu detail dari protap itu dan mereka sudah mulai berteriak-teriak (lagi).

Share:

2 komentar

  1. yup, sepertinya perlu dijelaskan seperti apa maksudnya protap itu, apalagi untuk orang awam sepert saya.

    ReplyDelete
  2. @imadewira: Betul. Apa polisi nunggu kita datang ke kantornya untuk baca protap itu kali ya? :)

    ReplyDelete