Visit Makassar 2011: Ajang Wisata Terbaik Untuk Turis Pecinta Sampah

Tahun ini dicanangkan oleh pemerintah kota Makassar sebagai tahun kunjungan wisata alias Visit Makassar 2011. Sebagai warga kota Makassar yang obyektif dan tidak melulu setuju dengan apa yang dikerjakan oleh para pelayannya, saya berhak bersuara tentang program ini.


Kalo saja program ini ditujukan KHUSUS untuk turis-turis yang suka sampah, maka saya bisa saja setuju dan mendukung program ini. Tapi pada kenyataannya justru tidak seperti itu. Program ini dikemas dan dipromosikan dengan sangat apik. Foto-foto yang dipublikasikan menampilkan Makassar dari sisi fotografi terbaik. Kalo saja saya tidak pernah tau Makassar, meliat foto itu saya pasti langsung angkat koper berangkat ke Pantai Losari sekarang juga!


Tapi nyatanya apa? Makassar ini jorok dan semrawut! Terlalu banyak hal-hal penting yang perlu dibenahi sebelum kita berani mengumumkan pada dunia bahwa tahun ini adalah tahun yang pas untuk berkunjung ke Makassar. Sebagai contoh sebut saja pantai Losari yang pastinya dijadikan ujung tombak pariwisata di Makassar. Di tahun ini, pantai Losari masih berantakan karena pembangunan masih dikerjakan. Apa pemkot pikir turis-turis bakal datang dari jauh cuma untuk menonton aksi para tukang yang sedang bekerja?


Semrawut! Kota ini sangat semrawut lalu lintasnya. Kalo soal yang satu ini saya sudah tidak bisa berkomentar banyak lagi karena menurut saya ini sudah masalah mental warga sini. Saya pernah berdomisili di berbagai kota di Indonesia dan CUMA di Makassar ini saja kota di mana kita selalu dibikin emosi oleh pemakai jalan lainnya. Bukan cuma pete-pete (angkot) tapi juga kendaraan lainnya.


Saya tidak sedang berusaha menentang agenda Visit Makassar 2011 ini. Saya sih asik-asik saja. Mau visit nda visit saya tetap menikmati hidup dengan cara terasik yang saya bisa. Cuma ada sedikit perasaan mengganjal di hati ketika pemkot berusaha menarik devisa dari pariwisata di kota ini yang ternyata masih kurang layak untuk dijual.


Saya suka main ibarat-ibarat... Ibaratnya begini...


Katakanlah pemkot itu seorang bapak, kita warga Makassar ini anak-anaknya. Suatu hari bapak ke pasar mau menjual semangka. Padahal kita tau semangka yang dijual bapak ini kecut dan bijinya banyak. Ketika di pasar bapak teriak-teriak berpromosi bahwa semangkanya manis, seberapa lama kita bisa menahan diri untuk tidak menegur bapak supaya jangan menjual barang yang tidak bagus. Kita harus menasehati bapak untuk menjual semangka yang sudah dipastikan dalam kondisi baik 100%.


"Pak, jangan bilang semangka ini manis kalo ternyata kacci (kecut, -red). Tidak baik cara menjual seperti itu, wahai bapak,"


"Lah, memangnya kenapa? Kan yang penting laku, nak?"


"Ya mungkin saja laku, pak. Tapi itu kan namanya menipu pembeli. Uang yang kita dapat juga jadinya haram, pak!"


"Astaga, hari gini ngomong haram.. Kamu lupa ya kalo bapak selama ini menarik uang retribusi dari tempat-tempat prostitusi di jalan Nusantara itu? Itu kan lebih haram, nak. Haram sekali malah! Tapi kita tetap asik-asik aja kan?"


"Kita? Lu aja kali!"


Dasar bapak haram...

Share:

2 komentar

  1. FAKTA banget ini mah !! Kota ini emang kotor, lalu lintas jg gak bener.. Tiap hari macet. Moral bangsa ini emang perlu diperbaiki.

    ReplyDelete
  2. 1000% betuull banget, SDMnya tdk sebanding dg pembangunan yg ada. Bunyi klaksok memekakkan telinga, lampu merah ditrabas, byk org buta huruf buta warna. Byk kali kulihat org2 mksr membuang sampah dari jendela mobil di jl.raya, pdhl mobilnya mobil mewah, tampang kota mental kampung. sampah bertebaran dmn2, got-got rata penuh sampah... hiiii jijay amiiirrr

    ReplyDelete