Berita Buruk Untuk Pengguna Paypal di India

Ini pelajaran buat kita para pengguna Paypal di Indonesia untuk menjaga nama baik negara kita di Paypal dengan tidak melakukan penipuan dalam bertransaksi. Di India, kasus penipuan lewat transaksi Paypal cukup tinggi selama beberapa tahun belakangan ini seiring peningkatan aktifitas jual beli yang menggunakan Paypal.


Untuk India, Paypal sudah melakukan pengawasan ketat sejak setahun terakhir dan mulai tanggal 1 Maret nanti Paypal akan memberlakukan suatu aturan baru yang bakal menyesakkan dada berbulu para pengguna Paypal di India.


Berita buruknya seperti ini: mulai 1 Maret 2011, pengguna Paypal di India tidak diperkenankan menerima pembayaran yang melebihi $500 per transaksi. Jadi, kalo ada internet marketer India yang dapat bayaran $1,000 maka harus dikirim dua kali oleh si pembayar. Aturan ini tentu sangat merepotkan bagi internet marketer India sebagaimana kita ketahui kadang-kadang situs advertiser besar yang kebanyakan dari Amerika dan Inggris membayar kita lebih dari $500 per bulannya dan situs-situs tersebut menggunakan metode pembayaran otomatis. Jadi bayangkan saja kalo misalnya mereka harus membayar 10 ribu internet marketer India yang masing-masing berpenghasilan $3,000 pada bulan itu, maka situs advertisers harus melakukan pengiriman sebanyak 60 ribu kali!!! Ribet, mas!


Terus masih ada berita buruk lagi: pengguna Paypal di India tidak diperbolehkan menyimpan duitnya di akun Paypal selama lebih dari 7 hari terhitung sejak duit tersebut diterima. Duit itu HARUS ditransfer ke bank di India dalam kurun waktu tersebut. Ini jelas-jelas merugikan internet marketer asal India. Kita kan tau, untuk membayar hosting dan tetek bengeknya kita harus menggunakan Paypal. Nah kalo dalam 7 hari duitnya sudah harus ditransfer ke bank, gimana bayar hostingnya? Okelah ini tidak masalah bagi yang punya kartu kredit yang terkoneksi ke Paypal, tapi gimana bagi yang masih pake VCC?


Masih ada berita buruk lainnya bagi pengguna Paypal India: mereka tidak diperbolehkan membeli sesuatu di internet atau mengirim pembayaran ke manapun dengan menggunakan duit yang ada di dalam akun Paypal mereka. Semua pembelian dan pembayaran harus menggunakan duit dari kartu kredit mereka yang terdaftar di Paypal. Luar biasa kan? Ini kayaknya bukan hukuman lagi untuk internet marketer India. Ini mah sudah azab namanya!


Walaupun kabarnya aturan ini sebagian besar adalah permintaan Reserve Bank of India, lembaga resmi yang mengawasi perbankan di India, tapi tetap saja tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah penipuan (scam transactions) yang terjadi di India adalah salah satu faktor pemicu utama keluarnya regulasi ini. Tentunya Reserve Bank of India juga bertanggung jawab terhadap hak-hak konsumen di negara mereka.


Sekali lagi ini jadi pelajaran bagi kita para pengguna Paypal pada umumnya dan internet marketers pada khususnya untuk menggunakan akun Paypal kita di jalan yang benar. Kalo orang Indonesia juga mulai banyak yang 'nakal' dengan Paypal, saya yakin Paypal tidak butuh menunggu lama untuk 'menyetrum' kita dengan aturan seperti yang di atas.


So, main aman dengan Paypal ya, guys!

Share:

5 komentar

  1. bagaimana dengan pengguna VCC apakah masih aman. Saya dengar VCC sudah tidak aman lagi untuk digunakan.

    ReplyDelete
  2. @Faisal: VCC masih aman untuk sekedar alat bantu verifikasi. Tapi untuk jangka panjang (dalam artian main aman), saya sarankan pake kartu kredit segera. Kalo belum punya, usahakan bikin secepatnya. Menurut pengalaman saya dan bukannya berpromosi, Bank Mega termasuk bank yang 'bersahabat' dengan blogger. Kita kan tau kebanyakan bank SELALU MINTA slip gaji. Tapi kayaknya Bank Mega sudah mulai membuka mata bahwa tidak semua orang punya slip gaji. Coba aja bro, semoga berhasil!

    ReplyDelete
  3. @Mumut: betul bro.. Mudah-mudahan Paypal akan terus lancar di Indonesia.

    Kalaupun Paypal nda lancar, ya mudah2an Western Union tetap lancar.

    Kalaupun Western Union nda lancar, ya mudah-mudahan kantor pos masih ada untuk ngantar cek Clickbank dan Amazon ke rumah, hehehe...

    Kantor pos nda ada? Ah, itu mah keterlaluan.. :)

    ReplyDelete
  4. waspada indonesia ini namanya

    ReplyDelete