Bulan Puasa di Indonesia Cuma Ajang Latihan Tanpa Pelatih

Kalo kamu langsung marah-marah setelah membaca judul di atas, artinya tipe manusia kayak kamulah yang paling tepat membaca tulisan ini.


Di seantero bumi ciptaan Allah ini, bulan Ramadhan selalu disambut dengan suka cita. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan di dalamnya ada sebuah 'pelatihan 30 hari' untuk menggembleng hawa nafsu kaum muslimin dan muslimat.


Tapi di Indonesia, pelaksanaan 'pelatihan' atau 'penggemblengan' hawa nafsu ini berjalan tidak maksimal. Kenapa tidak maksimal? Rumah makan baik yang kecil kayak warteg sampai yang berbentuk restoran semua dibungkus dengan kain. Saya dulunya berpikir ini adalah bentuk penghormatan kaum non muslim kepada kita yang sedang berpuasa, tapi itu dulu, sebelum malam ini ketika saya melihat berita di tivi yang mempertontonkan kebrutalan segelintir orang yang mengaku beragama Islam yang menutup paksa warung-warung dengan beringas.


Pertama kita harus melihat bulan Ramadhan sebagai ajang 'penggemblengan hawa nafsu' dan bukan sebuah bulan dimana kita bebas mengekang saudara-saudara kita yang tidak seiman. Bukan bulan dimana kita berhak mendapatkan hak-hak istimewa karena kita mayoritas jumlahnya di negara ini. Ingat bro, ini bulan 'penggemblengan hawa nafsu' untuk kita. Ketika kita MEMINIMALISIR hal-hal yang bisa menggembleng hawa nafsu kita, maka penggemblengan itu menjadi lembek dan tidak akan menghasilkan umat yang kuat.


Baja yang kuat adalah logam yang ditempa dengan api yang SANGAT panas. Kalo kita mengurangi panas apinya, dia tak akan pernah jadi baja. Dia akan lembek! Tolong analogi itu diingat baik-baik karena bulan puasa ini pada prinsipnya sama dengan pabrik baja yang berusaha memproduksi keimanan dan pengendalian diri ummat yang kuat seperti baja. Lalu kita menutup warung makan dengan kain? Apa gunanya itu? Minta supaya dihargai bahwa kita sedang berpuasa? Apakah dengan terbukanya warung makan artinya menghina kita? Tidak sama sekali! Justru mereka membantu kita untuk menahan nafsu dan itulah inti dari berpuasa. Tapi kita meminta hawa nafsu kita untuk dilatih tanpa pelatih!


Saya tidak heran kenapa kualitas keimanan ummat Islam semakin merosot dari waktu ke waktu. Karena kita berpuasa tanpa 'halangan' berarti. Tanpa godaan warung makan sama sekali. Jadi selama sebulan kita cuma sibuk menahan lapar dan haus saja, sebuah skill yang sebenarnya sudah kita kuasai selama ini berhubung kita negara miskin.


Banyak kekecewaan saya terhadap Indonesia dan ini cuma salah satunya. Mohon maaf untuk bulan Ramadhan yang sudah berniat memperbaiki mental kita, tapi mental kita terlalu malas untuk diperbaiki.

Share:

3 komentar

  1. Nahan marah itu emang ga enak, tips pengalihan: sahur- tidur- bangun- jgn sikat gigi dulu- ngmg baik2 (dengan) jarak 10cm! Haa.. Minimal kalo objek "pingsan", pasti dia langsung introspeksi diri dan sadar udah buat kesalahan! jadi ga perlu pake kekerasan kan??? LoL Ha-ha-ha :)

    ReplyDelete
  2. Halo....pak elvin..eeh enaknya panggil apa yah !!!!!! saya sudah baca blognya..Tulisannya bagus enak bacanya..sederhana, gaya bahasanya lugas dan simpel. Tapi saya mau tanya bagaimana cara menulis artikel di clikbank. Saya sudah daftar dan pendaftaran saya sudah diterima,,,tapi saya terbentur dalam penulisan artikel. Saya tidak harus bagaimana dan mulai dimana ??? kasih tau dong gimana caranya ???? saya yakin anda sudah mendapatkan hasil dari clickbank..

    ReplyDelete
  3. Saya belum pernah dapat penghasilan yang 'layak' dari Clickbank, karena saya tidak fokus ke sana. Untuk penulisan artikel berbahasa Inggris saya tulis sendiri. Kalau misalnya Anda sulit menulis bahasa Inggris, silahkan mencari ghostwriter (penulis bayangan) yang akan menulis untuk Anda. Bisa dicari lewat Google, e-Lance, atau forum2 seperti Digital Point.

    ReplyDelete