Bagaimana Cara Agar Tetap Sukses Dalam Kegagalan

Orang bijak berkata, "Kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda". Memang ada benarnya, tapi saya kurang sepakat. Ada kalanya seseorang gagal secara beruntun walaupun tetap berusaha sekuat tenaga, tapi kesuksesan tak kunjung datang.

Makanya saya mau mengajak Anda sedikit mengubah cara pandang Anda tentang kegagalan. Menurut saya, petuah bijak yang lebih tepat (versi saya) adalah "Kegagalan adalah kesuksesan yang telah terjadi," dengan catatan bila kita tahu caranya.

Caranya? Gampang, mainkan di TUJUAN AKHIR-nya. Pastikan untuk menentukan tujuan yang setinggi-tingginya. Bila tujuan Anda tinggi sekali maka peluang gagal menjadi semakin besar. Tapi (baca ini baik-baik): kegagalan dalam proses mencapai tujuan yang luar biasa tingginya akan tetap membawa kita pada sebuah pencapaian yang hebat.

Sebagai contoh, bila Anda berkomitmen ingin menjadi sekaya Bill Gates (pendapatan 74 Trilyun per tahun), maka kemudian Anda akan berusaha sekuat tenaga dengan berusaha mempelajari dan mempraktikkan semua yang telah berhasil dilewati oleh seorang Bill Gates. Dan bila ternyata Anda hanya kuat menjalani 1/10 dari proses menuju tujuan akhir tersebut, toh Anda sudah mendapatkan penghasilan 7,4 Trilyun per tahun.

Apakah menurut Anda itu sebuah kegagalan?

Sekarang bandingkan bila tujuan Anda jauh lebih kerdil, misalnya ingin diterima jadi PNS. Anda kemudian berusaha sekuat tenaga sampai harus membayar uang pelicin segala agar bisa diterima jadi PNS. Dan bila ternyata Anda gagal, maka tidak ada yang tersisa kecuali kegagalan menjadi PNS itu sendiri. Coba bayangkan bila sejak awal Anda sudah menetapkan tujuan bahwa Anda ingin menjadi seorang Kepala di dinas tertentu, maka Anda akan berusaha jauh lebih keras daripada hanya sekedar lulus tes PNS. Anda akan mempersiapkan diri jauh lebih baik dan Anda akan maju dengan lebih kuat. Namun bila ternyata gagal menjadi kepala dinas, dengan persiapan yang jauh lebih matang tadi, kemungkinan untuk sekedar diterima menjadi PNS jauh LEBIH BESAR!

Apakah menurut Anda itu sebuah kegagalan?

Saya sendiri menerapkan cara seperti dalam goal setting bisnis saya. Saya ingin bisa menyamai atau bahkan melebihi penghasilan dari internet marketers dunia sekelas John Chow dan Shoemoney. Itu tujuan yang sangat tinggi. Walhasil, hari ini saya masih gagal. Menurut saya ini memang masih kegagalan, tapi alhamdulillah sekarang saya sudah berada dalam kondisi finansial yang tidak bisa dibilang gagal untuk ukuran orang Indonesia.

Jadi di situ kuncinya: mainkan tujuan akhirnya. Bila tujuan akhir tidak tinggi, begitu Anda gagal maka Anda akan tenggelam. Bila tujuan akhir Anda tinggi, maka Anda akan tetap berada di ketinggian ketika Anda merasa gagal.

Sekarang, sudah setinggi apa tujuan akhir Anda di bidang yang Anda tekuni saat ini?

 

Share:

0 komentar