Terlalu Banyak Belajar VS Terlalu Banyak Beraksi

"THER...LHAA..LHUU!!!"

Ya, Bang Haji Rhoma Irama pun pasti setuju bahwa segala hal yang terlalu tidaklah baik. Sesuatu hal yang dilakukan dengan 'therlhalhu' seringkali membuat hal-hal lainnya menjadi kacau. Hari ini saya akan membahas tentang ke'therlhalhuan' ini dari sudut profesi internet marketers.

Saya punya dua kenalan sesama profesi yang paling bagus dijadikan contoh untuk hal ini. Yang pertama, sebut saja Andi - nama samaran (kok kayak korban perkosaan ya?) dan yang kedua sebut saja Bambang Buldozer (nama samaran atau nama panggung?). Kedua kenalan saya ini tidak bisa saya kategorikan sebagai teman karena memang saya lebih banyak berinteraksi lewat milis dan forum, tanpa pernah bertemu muka.

Si Andi adalah seorang kenalan saya di sebuah forum. Dia adalah pebisnis online yang (katanya) bergerak di bisnis affiliasi. Setiap kali berinteraksi dengan si Andi, saya selalu diajak untuk ikut seminar ini itu dan pelatihan ini itu. Dia memang hobi belajar. Satu hal yang bagus tentunya.

Tapi ketika saya ajak berdiskusi lebih jauh, ternyata dia belum banyak mempraktikkan segudang ilmu yang dia pelajari. Ketika saya tanya, kenapa belum ada aksi, jawabannya selalu seperti ini, "Tunggu dulu, segala sesuatu ada saatnya. Kalau tidak paham tips dan triknya, dijamin gagal nanti!"

Dan itulah dia. Si Andi yang jagoan seminar dan pelatihan tapi tidak ada pencapaian.

Lain lagi dengan kenalan saya yang satunya, Mas Bambang Buldozer (sekali lagi ini bukan nama sebenarnya ya. Emang ada orang namanya kayak gini? Kalau ada, saya mau kenalan!). Bambang ini saya ibaratkan dengan buldozer karena dia menomorsatukan ACTION tanpa referensi yang jelas. Dia menghabiskan waktunya untuk beraksi dengan gigih tapi lupa mengisi otaknya dengan ilmu-ilmu mendasar sekalipun.

Bambang ini ANEH. Di milis yang saya ikuti itu, dia selalu berusaha memamerkan apa saja yang sudah dia lakukan (misalnya tanpa ditanya eh ngaku sendiri kalau sudah upload puluhan video promosi di Youtube, terus besok-besoknya ngaku sudah submit URL di ratusan direktori, dll). Awalnya saya positif thinking saja, tapi lama-lama kok rasanya ini orang cuma sekedar bersikap pamer di depan anggota milis lain yang rata-rata pemula. Perlahan tapi pasti saya mulai kehilangan rasa respek yang sebenarnya tidak ingin saya biarkan pergi dari dirinya.

Bahkan berkali-kali saya harus posting di milis itu sekedar memasang link yang mengarah ke mesin pencari Google, hanya untuk memperlihatkan bahwa apa yang dia butuhkan adalah sedikit kemauan untuk membaca informasi terbaru. Tapi nampaknya memang kemampuannya dalam membaca dan menalar artikel cukup buruk.

Dan akhirnya beberapa bulan berlalu, baru deh kelihatan aslinya. Si Bambang Buldozer ini mulai bertanya di milis apa ada tips-tips baru, soalnya dalam sebulan ini penjualan dia di Clickbank baru ada satu. Dia juga mengeluh kenapa dirinya begitu sial kalau sudah berhubungan dengan Adwords. Dia mengaku setiap kali menggunakan Adwords, sales tak pernah datang. Menyedihkan sekali, karena semua ilmu tentang Adwords sudah lengkap di Google, tinggal browsing!

Ternyata selama ini dia terus mempraktikkan ilmu yang itu-itu saja. Dia tidak peduli dengan hadirnya momok seperti Google Panda dan Google Penguin. Dia teruuuus saja beraksi dengan cara yang dia tahu.

"Definisi gila adalah melakukan hal yang sama terus-menerus tapi mengharapkan hasil yang berbeda" - Albert Einstein

Sekarang menurut Anda, dari kedua kenalan saya ini, manakah yang lebih baik?

Tidak satupun di antara mereka. Si Andi dan si Bambang Buldozer ini adalah dua contoh paling tepat untuk kata 'therlhalhu'. Yang Andi terlalu banyak belajar tanpa aksi dan yang Bambang terlalu banyak beraksi tanpa referensi.

Orang dengan tipe seperti Andi adalah orang yang sebenarnya takut berbisnis, jadi dia berusaha menenangkan dirinya dengan melahap sebanyak mungkin ilmu yang bisa dia lahap. Tujuannya adalah agar ketika dia beraksi nanti, dia tidak akan menemukan kegagalan. Dia tidak mau menerima kenyataan bahwa dalam menjalankan bisnis apapun, kegagalan adalah menu utama. Justru kegagalan selalu membawa pelajaran yang jauh lebih melekat di otak dibanding ilmu dari seminar apapun.

Sedangkan orang dengan tipe seperti Bambang Buldozer adalah orang yang malas belajar dan malas membaca. Itu saja.

Penting untuk Anda ingat kembali bahwa dalam bisnis apapun, Anda harus menyelaraskan antara ilmu dan aksi. Ilmu akan membuat kita tahu apa yang mesti dilakukan dan aksi akan mengajarkan kita apa yang mesti diubah melalui kegagalan demi kegagalan yang diberikannya. Solusi dari saya, Anda bisa mempraktikkan alur simpel berikut ini sebagai sistem belajar dan bekerja Anda:

Sebelum mulai beraksi, luangkan waktu untuk belajar tentang CARA-CARA yang efisien (bisa lewat browsing, seminar ataupun bertanya pada orang yang sudah lebih dulu makan asam garam bisnis internet). Setelah itu, walaupun dirasa ilmunya masih kurang, langsung saja dipraktikkan. Setelah dipraktikkan nanti (bisa dipastikan) akan muncul masalah dan kendala. Lakukan lagi hal di atas (browsing, seminar dan bertanya) untuk secara khusus mencari jalan keluar dari masalah yang Anda temui, sampai masalah itu teratasi.

Belajar sedikit --> beraksi --> kendala --> belajar (atasi kendala) --> beraksi --> kendala --> belajar (atasi kendala) --> begitu seterusnya.

Bila Anda merasa solusi saya ini keliru, silahkan mengirim email ke saya, nanti saya berikan identitas lengkap si Andi dan si Bambang Buldozer supaya Anda bisa bersahabat dengan salah satu di antara mereka. Biar akrab sekalian... :D

Nah, akhir kata, saya dan Anda harus berterima kasih sebanyak-banyaknya untuk dua kenalan saya di atas karena mereka telah 'rela dan ikhlas' membuang-buang waktu dan tenaganya hanya untuk mengajarkan kepada kita bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Itu adalah sebuah 'pengabdian' yang luar biasa dari mereka untuk kita. Mereka 'bersedia' mempraktikkan secara langsung, hal-hal yang seharusnya kita hindari.

Mari kita ucapkan bersama-sama!

"Terima kasih, Andi... Terima kasih, Bambang Buldozer..."

Share:

12 komentar


  1. Sekarang menurut Anda, dari kedua kenalan saya ini, manakah yang lebih baik?


    ALBERT EINSTEIN!!!!

    ReplyDelete
  2. Ilmu yang sangat bermanfaat. Saya praktikkan langsung!

    ReplyDelete
  3. Albert Einstein nyanyi... "Aku bukan pilihan...."

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah.. Terima kasih pak. Semangat dan sukses terus, pak!

    ReplyDelete
  5. Tulisan guru elvin menceritakan semua yang telah dilakukan oleh seluruh pebisnis di Internet, termasuk saya

    Good POsting Suhu :D

    ReplyDelete
  6. Salam kenal pak elvin..
    Saya Maba (mahasiswa basi) nih... Hehe..
    Baru mau cari2 ilmu ttg bisnis online..

    Lulus kuliah boleh telat, tp semoga jgn telat rejekinya.

    Tulisan2 bpk sederhana tp masuk di otak..
    Makasih pak...

    ReplyDelete
  7. Tetap semangat aja walo gagal terus... hehehe...

    ReplyDelete
  8. Terima kasih juga, Mas Ari.
    Tidak masalah jadi mahasiswa basi, yang penting bisa mandiri. Daripada cepat selesai tapi nganggur, itu hina! Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. Setuju!

    Tapi kalau gagal dianalisa kembali apa penyebab gagalnya, diperbaiki, lalu coba lagi! Cumungud!

    ReplyDelete
  10. Sori emailnya dijawab di blog. Kepanjangan hehehe...

    ReplyDelete
  11. Wah Bapak Elvin Miradi, hebat yah..... Dah bisa menjadi "Konsultan Bisni" nih sebagai motivator membangun bisnis besar..... Chayyyooooo bapak elvin, kenapa tidak d tawari ke temannya kalau bapak elvin sj yang kasi seminar kedia... hahahahahaha. Kapan bisa ketemu ngopi bareng d dottor' kayaknya lebih bagus.... maka tidak ada pembahasan bisnis yang jadi, malah tertawa sampai pulang dan tdk ada pokok pembahasan bisnis jadinya kalau d sana.......!!!

    Wassalam sesama pengangguran... wkwkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
  12. terima kasih pa, salam kenal dari kejauhan, tulisan2nya menginspirasi, ringan n simple but so nice :-)

    ReplyDelete